Tugas Makalah Kepariwisataan 1 (mr. Hawasi)

Pariwisata adalah salah satu hal yang meningkatkan devisa negara dan turut serta menjaga kelestarian budaya negara tersebut. Salah satunya adalah Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah serta pesona-pesona budaya yang terpampang luas untuk dibudayakan, maka tidak heran jika di Indonesia terdapat banyak tempat – tempat wisata, salah satunya adalah Kampung Pepohonan 99 (Kampung Rusa) tempat yang pertama hanya dijadikan hunian pribadi oleh pemiliknya namun sekarang telah ada sepuluh keluarga yang hidup berkelompok dengan mempraktikkan Alquran dan Hadis di sana. Tidak ada pagar yang membatasi kampung tersebut dengan dunia luar, dan bahkan setiap orang dapat tinggal di kampung tersebut jika visi dan misinya selaras dengan konsep kampung tersebut yaitu dengan gaya hidup organik.Tak hanya pengetahuan tentang berbagai macam tumbuhan yang menarik pengunjung, namun bagaimana pembelajaran hidup untuk kembali kea lam yang membuat pengunjung merasa ingin tahu lebih dalam tentang pembelajaran tersebut.

Tujuan dari penelitian ini adalah, memberikan informasi tentang Kampung 99 Pepohonan yang telah menjadi salah satu objek wisata yang terdapat di Indonesia. Tidak hanya sebagai tempat wisata tetapi kita juga bisa belajar tentang banyak jenis tumbuh – tumbuhan yang dilestarikan disini serta konsep pembelajaran kembali kea lam yang memberikan dampak social kepada penduduk dan pihak Kampung 99 Pepohonan itu sendiri

Untuk memulai pembahasan ini mari kita ketahui tentang sejarah kampung 99 pepohonan terlebih dahulu.

Awalnya Kampung 99 Pepohonan atau disebut Kampung Rusa adalah tempat hunian pribadi. Ada sepuluh keluarga yang hidup berkelompok dengan mempraktikkan Alquran dan Hadis di sana. Tidak ada pagar yang membatasi kampung tersebut dengan dunia luar, dan bahkan setiap orang dapat tinggal di kampung tersebut jika visi dan misinya selaras dengan konsep kampung tersebut yaitu dengan gaya hidup organik.
Nama 99 berawal dari kisah unik yang terjadi sekitar 30 bulan lalu. Ada siswa Taman Kanak-kanak di Jakarta mengadakan wisata outbound dan pengenalan terhadap lingkungan di kampung itu. Dijadwalkan diikuti 100 anak tetapi tidak hadir satu orang. Maka, bibit pohon gmelina yang ditanam hanya 99 batang. Dari situlah muncul nama itu.
Sedangkan nama Kampung Rusa datang dari salah satu hewan yang dipelihara yaitu Rusa jenis Timorensis.Selain Rusa disini juga terdapat Kambing Etawa, Sapi, Kerbau, tupai, burung, ayam mutiara. Beragam macam pohon pun ada, seperti Pohon Maja, Trembesi, Jati Putih, Rengas, Kemang, Karet,dan masih banyak pohon2 langka lainnya.

Dampak sosial yang terjadi di Kampung 99 Pepohonan adalah dalam kehidupan yang terjadi di tempat ini adalah membangun hubungan sosial dengan pola baru. Hubungan antartetangga dibangun atas dasar keterbukaan dan kolektivisme.
Dimana setelah mendapatkan pengajaran konsep-konsep kehidupan oleh bapak Eddy selaku pemilik tempat timbul sikap-sikap yang mendasari prilaku masyarakat sekitar yang dijadikan panutan oleh mereka seperti sikap saling menghormati antar penghuni dan lingkungan sekitar yang di dapat oleh Kampung Pepohonan 99 ini, lalu sepenuhnya para penghuni dan masyarakat sekitar mencapai tahap pemikiran secara ilmiah yang bedasarkan kepada suatu fakta dan mengesampingkan takhayul-takhayul yang ada dan berfikiran positif, dan menganut system demokrasi yang dijadikan tiang utama. Sebagai contoh ya itu di Kampung Pepohonan 99 ini terdapat suatu sistem kegiatan hidup yang dirancang di kampung ini seperti sistem satu laundry, satu dapur, dan satu sumur yang dimaksudkan kegiatan-kegiatan yang ada dipusatkan pada satu titik agar system demokrasi dan tenggang rasa terjalin bersama.
Lalu pada Kampung 99 Pepohonan pun terjadi proses dimana terjadi pemeliharan atau bantuan dalam merawat lingkungan yang terjadi dan pemeliharaan yang berkelangsungan atas asas bersama seperti: Penjagaan tanaman dan pelestarian alam di Kampung 99 Pepohonan oleh masyarakat sekitar(Conservation of Cultural Heritage).
Di Kampung 99 Pepohonan pun bisa dinilai membangkitkan rasa bangga masyarakat sekitar serta wisatawan dengan konsep-konsep yang telah mereka gunakan yaitu back to nature dimana kehidapan alam yang patut dijaga serta dilestarikan (Renewal of Cultural Pride).
Tak hanya itu, Kampung 99 Pepohonan pun melakuka pertukaran pemikiran terhadap wisatawan asing yang datang dengan memberikan pengajaran konsep-konsep yang ada di Kampung 99 Pepohonan dengan bekerjasama dengan masyarakat sekitar yang ada di lingkungan tempat wisata tersebut (Cross Cultural Exchange).

Kesimpulannya adalah Kampung 99 Pepohonan selain menjadi tempat wisata juga menjadi tempat untuk mendapatkan pelajaran kehidupan-kehidupan yang dapatb diambil maknanya di dalam keseharian dan di jadikan pembelajaran kelak. Dampak-dampak sosial yang di dapat-pun sampai sekarang bisa dibilang sangat berdampak positi kepada kehidupan masyarakat sekitar dan wisatawan yang berkunjung ke Kampung 99 Pepohonan.
Saran saya sebagai penulis adalah diharapkan kepada pemerintah agar tempay ini dijadikan object wisata yang patut dikunjungi agar Kampung 99 Pepohonan bisa menjadi object wisata sekaligus pembelajaran hidup bagi wisatawan yang nantinya bisa di adaptasi ke masyarakat oleh wisatawan-wisatawan di tempat tingal mereka, karena bisa dibilang Kampung 99 Pepohonan menghasilkan devisa yang besar jika dikembangkan lebih lagi dan menghasilkan kelestarian alam yang dapat menguntungkan nantinya.

Destrian Panducita
3sa02
10608026

Posted in Uncategorized | Tagged , | Leave a comment